Seperti Kamu yang Sedang Ulang Tahun

Ada 0 Komentar
rasanya terlalu manja, jika kusebut namamu pada tiap doa
memantul dari masa menuju masa; pelukmu
sedari dulu aku tak beranjak dari sini, pada bekas tatapmu di mata
sesekali singgahlah; jelmakan jauh jadi dekap

kita pernah bertukar liur pada permen bergagang putih itu
kau celupkan ke mulutmu
lalu aku susupkan ke mulutku
tak ada rasa amis---hanya manis,
seperti itukah ciuman tanpa menggigit bibir, tanpa tergesa

aku ingin kau menangis di depan lilin yang lupa dinyalakan
korek tertinggal di kampung, di dapur ibu
usia tak pernah menghitung dirinya sendiri
dan kita tak pernah menangisi detik—mencuri usia kita

aku takut kehilanganmu
kau takut aku pergi—lagi dan lagi
kehilangan selalu menakutkan
tapi kita tak pernah takut kehilangan usia tiap detiknya
…..tak ada yang repot mencarinya di lipatan kenangan
pada buku SD di bawah laci meja

seperti kamu yang sedang ulang tahun
jarak antara masa lalu dan sekarang
 rentan jadi sebuah penyesalan
jadi andai yang panjang

sejak semalam aku ingin menulis puisi untukmu
ketika detak isyaratkan usiamu menuju angka baru
dimana kamu dari asing menjelma segala yang mungkin dinamai kekasih
dimana aku hanya ingin mencintaimu dengan walaupun
hingga napas Tuhan yang terakhir

tapi tak ada puisi untukmu, tak ada. hanya ada aku dan kamu menuju dekat

Rumah kekasih, 10 Januari 2016



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Google+

Isi Blog