00:00

Ada 0 Komentar
Sepulang dari Maros kemarin, jelang malam. Saya langsung ke rumah kekasih, agenda ke warkop tertunda. tubuh saya disergap capek. Tak cukup sejam sesampai di rumah, saya tak ingat apa-apa lagi hingga jam di HP saya menunjukkan 00:00 itu tanda telah pukul 24.00.

Ketika melihat deretan nol-nol itu, Saya teringat seorang teman yang pernah mengalami hal yang sama, deretan nol berjejer 4 di HPnya tanda sebuah waktu. Teman tadi tak hanya memaknai deretan nol itu sebagai waktu, tapi ia percaya ada yang sedang rindu atau merindukannya. mitosnya sama dengan bulu mata yang jatuh.

Saya menggeledah hati saat melihat deretan itu, adakah rindu yang sedang saya alami.Nyatanya benar, di tengah malam (kemarin malam) saya rindu makanan, perut saya keroncongan. Tapi tentu, rindu yang dimaksud teman saya itu, bukanlah rindu seperti yang saya rasakan kemarin malam. Rindu teman saya tersebut adalah rindu dengan objek manusia. lawan jenis--kekasih atau calon kekasih--bisa juga mantan kekasih atau calon mantan kekasih.

Malam ini, saya ingin mencoba tidur cepat, tapi gagal. Padahal tubuh saya juga disergap capek setelah seharian memoles rumah kekasih dengan cat. Rasa capek rupanya tak selamanya mengantarkan kantuk.
Saya ingin tidur cepat, karena ingin menemukan kembali secara tak terduga deretan nol di HP saya lalu kembali menggeledah hati, barangkali ada kamu disana yang sedang saya rindukan.

Rumah kekasih, 14/10/2015




Saat itu bersama Parepare Menulis, 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Google+

Isi Blog