Sebuah Tiba

Ada 0 Komentar

JEJARI...Gerakannya yang lincah dan bertenaga ketika turun tangga perlahan mulai hilang. Bukan karena dirampas usia. Ada sesuatu bermukim dalam dirinya dan enggan pergi. Ini hari kelima kegesitan itu lesap dari pandangan. Tenaganya, entah terlipat di mana. Dicarinya di saku celana, lemari, laci, tempat tidur, selimut, sarung, bahkan hingga ke celana dalamnya, tapi tidak ditemukan. Lima hari lalu, panas merayapi tubuhnya, panas yang berengsek, sebab membuat dirinya nekkere 'gemetar' karena kacicci' 'dingin'. Dua selimut dan satu sarung tidak sanggup mengusir kacicci' dari tubuhnya.

"Hidup hanyalah tentang giliran." bujuknya pada diri sendiri. Sekarang ini, gilirannya yang sakit, sebab tibalah giliran sehat pergi dan sekarang giliran sakit yang menghuni tubuhnya. Angin berembus masuk lewat cela dinding papan rumah panggungnya yang kian menebalkan rasa kacicci'nya. Ia teramat lemah bergerak menghindari hembusan angin. Hidungnya sesak ingus, dan tenggorokannya gatal, jika ia batuk dahak menggumpal keluar dengan kental.

Pulang kampung kali ini harusnya ia mengunjungi kerabat dan beberapa sahabat dari masa lalu, saling berjabat tangan lalu mengucapkan maaf. Harusnya ia menampung banyak ingatan kenangan kanak, tentang layang-layang, kelereng, main perang-perang, menangkap capung, berenang di sungai addungang, mappe' 'menembak burung dengan ketapel' dan tentang seseorang yang pergi jauh.

Semua rencana yang tumbuh di kepalanya sebelum pulang kampung luruh menuju gagal. Di malam takbiran rammusu 'demam' berjalan mendekatinya seusai buka puasa. Ia membaringkan tubuhnya di sofa, membalutinya dengan selimut tebal. Tapi hangat enggan mampir. Ia lewatkan begitu saja keriuhan di jalan oleh mereka yang melepas ramadan dan menyambut hari idul fitri.

Ini hari kelima ia tak bisa leluasa bergerak. Rammusu memang telah pergi dari tubuhnya, tapi hidungnya masih tersumbat ingus, batuk masih betah dalam dirinya dan lemas bergelayut di tiap tulangnya, yang membuat ketika ia menuruni tangga kelincahannya yang bertenaga tidak terlihat. Tapi, ia masih tetap bertenaga dalam merindu....hahahhah.

.....,baik kuberitahukan saja siapa yang saya maksud, ia seorang lelaki. Jika kamu sulit membayangkan wajahnya seperti apa, kamu bisa membayangkan itu saya. Tapi, saya tidak akan jamin jika itu sepenuhnya benar...bisa saja tebakanmu keliru...

Kindang, 28 Juni 2017

Baca Lengkap

Google+

Isi Blog